Pemertahanan Bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan
Abstract
Bahasa merupakan identitas dari komunitas atau kelompok tertentu yang perlu dipertahankan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pemertahanan bahasa Minahasa, faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa, serta upaya-upaya pemertahanan bahasa yang dilakukan di Desa Kaaruyan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian sosiolinguistik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pemertahanan bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan berada pada kondisi memprihatinkan karena hanya digunakan oleh penduduk berusia di atas 50 tahun dan dalam lingkup yang terbatas. Pergeseran bahasa Minahasa didisebabkan oleh faktor lingkungan, sikap dan perilaku, dan kurangnya dukungan kelembagaan keluarga, pendidikan, sosial maupun kelembagaan pemerintahan.
Downloads
References
Amin, M. F., & Suyanto, S. (2017). Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa Ibu Dalam Ranah Rumah Tangga Migran di Kota Semarang. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 12(1), 15. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.15-26
Brenzinger, M., & Dimmendaal, G. J. (1992). Social Context of Language Death. In M. Brenzinger, Language Death (p. 3). New York: Mouton de Gruyter.
Chaer, A. (2010). Sosiolingusitik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta. Criystal, D. (2003). Language Death. New York: Cambridge University Press.
Grenoble, L. A., & Whaley, L. J. (2006). Saving Language: An Introcution to Language Revitalization. New York: Cambridge University Press.
Hartanti, A. E. J., Lisviyana, L., Yanti, U., & Krisdayanti, D. A. (2019). Pemertahanan Dan Pergeseran Bahasa Daerah Pada Masyarakat Desa Pentingsari-Yogyakarta. Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar, 1(2), 100. https://doi.org/10.33603/.v1i2.2313
Herlina, E. (2018). Situasi Kebahasaan Di Wilayah Pangandaran (Telaah Pergeseran Dan Pemertahanan Bahasa). Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(1), 37–44. https://doi.org/10.31943/bi.v3i1.26
Hukubun, Y. (2018). Pergeseran Dan Pemertahanan Bahasa Alune Desa Murnaten Kecamatan Taniwel Kabupatenseram Bagian Barat Ambon. BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 2(1), 55–64. https://doi.org/10.17977/um007v2i12018p055
Muliawati, H., Suhendra, R., & Muttaqin, M. H. (2017). Pemertahanan Bahasa Jawa Pada Masyarakat Kampung Cidadap Kabupaten Cirebon. FON : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(2). https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v11i2.718
Muliawati, H., Sutisno, A., Bahari, A. D., & Bediyanto. (2021). PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA SEBAGAI WUJUD IDENTITAS MASYARAKAT DI DESA
LUWUNG BATA, BREBES, JAWA TENGAH. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 95–102.
Ningtyas, S.A, dkk, U. N. S. (2019). Jurnal Sastra Jawa. 7(2), 22–28. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php /sutasoma/article/view/29086
Nisah, N., Prasetya, K. H., & Musdolifah, A. (2020). Pemertahanan Bahasa Daerah Suku Bajau Samma Di Kelurahan Jenebora Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Basataka (JBT), 3(1), 51–65. https://doi.org/10.36277/basataka.v3i1.86
Nurhayati, E. (2013). Strategi Pemertahanan Bahasa Jawa Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Litera, 12(1). https://doi.org/10.21831/ltr.v12i01.1338
Statistik, B. P. (2010). Kewaranegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa sehari-hari Penduduk Indunesia: Hasil Sensus Penduduk 2010. Jakarta: BPS
Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
UNESCO. (2003). Language Vitality and Endargermen. America: International Expert Meeting on UNESCO.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

